yayasan-gskb-malang
Direktur Radar Malang, Kurniawan Muhammad memberikan inspirasi dan motivasi pada adik-adik panti asuhan

Yayasan GSKB (Gerakan Sadar Kebaikan Buku) — Mengajak dan mengenalkan mereka ke dunia yang lebih luas, adalah salah satu bentuk kepedulian kami pada adik-adik panti asuhan.

Jumat (4/3) kami mengadakan kegiatan entrepreneur visit bersama adik-adik panti dari Panti Asuhan Putri Aisyiyah River Side. Yaitu mengunjungi kantor Radar Malang dan Gramedia Matos dari pukul 16.00 s/d 20.15 WIB.

Tujuannya, pertama untuk meningkatkan jiwa entrepreneurship pada diri adik-adik panti asuhan agar mereka bisa mandiri dan memiliki cita-cita yang tinggi.

Sebab mayoritas anak yang tinggal di panti takut untuk bercita-cita tinggi, khawatir apakah mimpinya bisa tercapai atau tidak. Kedua, mengetahui lebih dalam terkait profesi wartawan dan proses menghasilkan koran. Ketiga berbagi indahnya baca buku.

Salah satu harapan kami, mereka optimis, berani untuk bermimpi, dan mengejarnya.

Kunjungan ke Kantor Radar Malang

Kunjungan pertama ke Kantor Radar Malang, berlokasi di jalan Arjuno 23 Malang, Jawa Timur. Radar Malang merupakan koran berita daerah yang paling besar di kota Malang. Di Radar Malang kami disambut ramah oleh Kurniawan Muhammad, Direktur Radar Malang dan para karyawan.

Kurniawan memberikan banyak motivasi serta informasi tentang dunia media massa. Beliau mengawali dengan menyampaikan seputar media massa yang merupakan sarana untuk mendapatkan sumber informasi.

Saat ini media berperan sangat besar dikehidupan masyarakat. Setiap hari, bahkan setiap detiknya selalu ada berita baru yang muncul di dunia ini.

Nah, Radar Malang adalah salah satu pencipta media, yang lebih fokus kepada media cetak, yakni koran. Kenapa diberi nama Radar Malang? Bukan Koran Malang? Karena di dalam Radar Malang memuat berita-berita yang ada di daerah Malang sehingga kata radar diambil dari berita daerah, yang disingkat menjadi radar.

Radar Malang memiliki oplah dan readership yang tinggi, sehingga dinobatkan sebagai koran berita daerah yang paling besar. Berita yang sudah termaktub di dalam koran merupakan berita hasil buruan para wartawan.

Para wartawan menelusuri daerah Malang Raya yang bisa dijadikan objek untuk dituangkan ke dalam berita. Kemudian berita tersebut disetor ke editor, untuk diolah tata bahasanya agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Wartawan bukanlah profesi yang menjanjikan, karena upah/gaji yang diterima tidak sebesar gaji para pegawai pemerintahan. Tetapi ia merupakan profesi yang membanggakan.

Kurniawan menjelaskan bahwa hanya seorang wartawan yang bisa dekat dengan profesi yang ada di dalam masyarakat, dari mulai presiden, DPR, pengusaha, pengajar, pedagang, polisi, dan masih banyak yang lainnya.

Seorang wartawan juga merupakan da’i dalam media massa. Tugas seorang da’i menyampaikan risalah atau pesan kepada masayarakat. Begitu juga dengan seorang wartawan, menyampaikan suatu pesan berupa berita kepada masyarakat.

Kurniawan berpesan kepada adik-adik panti untuk menuliskan apa saja yang dicita-citakannya, setinggi apa pun cita-cita itu, tuliskan saja.

Terlepas dari itu semua, Kurniawan menyampaikan hal yang lebih penting, yaitu percaya diri, rendah hati, dan sungguh-sungguh dalam menjalani sesuatu. Serta meniatkan setiap aktivitas untuk meraih ke ridhoan-Nya.

Percaya diri itu penting, karena apa yang terjadi di dalam diri kita tidak jauh dari apa yang kita yakini. Percaya bahwa diri kita mampu mencapai apa yang kita inginkan selama kita masih ada usaha dan doa untuk mencapainya.

Bersungguh-sungguh juga sangat penting. Di dalam mahfudzot Arab, ada pepatah “Man jadda wa jada.Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat. Ketika ada kesungguhan yang nyata di dalam diri manusia, maka manusia akan mendapatkan apa yang diusahakannya.

Kunci sukses dalam hidup menurut Kurniawan lainnya adalah rendah hati. Manusia adalah makhluk yang lemah, tidak ada yang berhak untuk sombong kecuali Allah Swt. Manusia tidak berhak untuk sombong, karena semua yang dimiliki oleh manusia adalah titipan dari Allah SWT.

Kerendahan hati yang dimiliki manusia akan menjadikan dirinya mulia dihadapan manusia dan juga dihadapan Allah SWT.

Usai mendengarkan petuah dari direktur Radar Malang, adik-adik panti dan pengurus YGSKB masuk ke ruang kerja tim Radar Malang.

Kami mendapatkan pengalaman langsung dari karyawan Radar Malang, dimulai dari editor, wartawan, dan lay outer. Rasanya sangat luar biasa berada di tengah-tengah orang sukses.

Kegigihan dan konsistensi mereka memacu kami untuk terus belajar, dan berproses menjadi orang sukses dan manfaat bagi lainnya.

Di akhir sesi, ada sedikit perbincangan antara kami dengan direktur Radar Malang. Kurniawan sangat mengapresiasi sekali adanya program kunjungan seperti ini guna mengasah keterampilan adik-adik panti.

Terakhir, beliau berharap agar YGSKB tetap konsisten dalam menebarkan kebaikan ke seantero bumi Arema. Sebab suatu kebaikan tidak akan berarti apabila tidak dikerjakan secara istiqomah. Terus bergerak untuk menebar kebaikan. Semoga apa yang kami lakukan ini, menjadi pemberat amal di hari pembalasan kelak. Aamiin.

Membeli buku gratis di Gramedia Matos

Setelah berpamitan dan foto bersama karyawan Radar Malang, rute selanjutnya adalah Gramedia Matos.

Buku-buku dari beragam penulis dan penerbit berjajar rapi di rak. Membuat siapa pun yang melihat ingin membaca dan memilikinya.

Di sini kami mengajak adik-adik panti untuk memilih buku yang diinginkannya. Kemudian kami membelikannya untuk mereka. Di mana uangnya kami dapatkan dari donasi para donatur.

Kami memberikan dan mengajak mereka untuk membiasakan membaca buku. Sebab buku adalah sumber ilmu, dengannya manusia menjadi mulia dihadapan manusia lainnya dan Sang Pencipta. Banyak hal yang didapat dari perjalanan kal ini.

Meskipun lelah, adik-adik panti terlihat sangat bahagia dan bersyukur karena telah mendapatkan momen berharga ini. Semoga kegiatan singkat ini, mampu memberi manfaat dan inspirasi bagi mereka.

Semoga mereka menjadi generasi muda yang tak takut lagi untuk bermimpi tinggi dan mengejarnya. Semoga kami terus diberikan kemudahan dan konsistensi untuk berbagi kepada mereka lewat yayasan ini (Fajar Inayah Hayati).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here