yayasan gskb adik panti malang raya LKSA Malang raya
Senyum Semangat: Panitia Yayasan GSKB (bebaju orange), dan adik-adik panti berfoto bersama usai acara talkshow dan launching buku Aku Bahagia

“Ada satu ungkapan dari salah satu penulis favorit saya yaitu Paulo Coelho dan ungkapan itu salah satu alat untuk meningkatkan kepercayaan diri saya. Ungkapan itu berbunyi, Tak peduli apa yang dilakukannya, setiap orang di dunia memainkan peran sentral dalam sejarah dunia. Dan biasanya ia tidak menyadarinya. Dari ungkapan itu saya ingin memberi pesan pada adik-adik panti dan adik-adik yang memiliki kondisi yang sama bahwa dari manapun asal kita, bagaimanapun kondisi kita, apapun keterbatasan kita, semua orang memiliki peran yang besar terhadap perubahan bangsa bahkan dunia,” ujar Robby Ikrom Maulana, Ketua Yayasan Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB).

Begitu semangatnya ketua yayasan yang akrab dipanggil Iko tersebut. Pemuda yang masih berumur 24 tahun itu memberikan motivasi dan pesannya pada adik-adik panti di acara talkshow dan launching buku antologi ‘Aku Bahagia’ pada Ahad (26/11). Acara berlangsung di Aula Tazkia International Islamic Boarding School, Malang.

Tujuan acara ini untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa anak-anak yang bisa dibilang kurang beruntung tersebut mampu melahirkan karya. Serta memberi ruang pada mereka untuk menunjukkan eksistensinya di masyarakat.

Selain itu karya ini juga menunjukkan, ternyata banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dari kisah yang dirangkai oleh 22 adik panti se-Malang Raya.

Melalui talk show ini, GSKB ingin mengenalkan pada masyarakat profil penulis buku Aku Bahagia. Dalam buku ini pun tertulis berbagai cerita pengalaman mereka yang menggugah hati.

Seperti yang dikisahkan Iklima adik panti dari Panti Asuhan Aisyiyah Riverside, Malang, dalam tulisan berjudul Happiness is You mengatakan, “Saat aku meminta uang ke ayah dan ibu, hanya diberi uang Rp 2.000,- saja aku pun sudah bahagia.”

Kegiatan menulis semacam ini sering dilakukan yayasan, biasanya kegiatan menulis dilakukan di akhir acara, seperti setelah acara outbond, adek panti harus menulis tentang acara itu. “Kegiatan ini kami lakukan untuk membiasakan mereka dalam menulis,” jelas Iko.

Di akhir acara, GSKB mengumumkan tulisan terbaik yang mendapatkan paket liburan ke Pulau Lombok, yaitu Eka Widiya Sari, dari Panti Asuhan Aisyiyah Riverside Malang.

Eka menulis dalam dua judul, yaitu Hari Kemenangan dan Tangisan Syifa. Eka berkata jika dirinya menulis dengan hati.

Tentulah karya yang dirangkai dengan hati dan kesungguhan memberikan pesan, akan memiliki nilai tersendiri bagi tiap pembacanya.

Menyihir mata dan perasaan untuk larut pada tiap kalimat hingga cerita itu berakhir. Membuat siapa saja yang membacanya, akan masuk ke dalam cerita itu.

Seperti karya berjudul Tangisan Syifa, ia bercerita tentang seorang adik dalam satu panti, bernama Syifa, menangis tengah malam, diakibatkan rasa rindu yang menghujam dalam diri pada orang tua.

“Aku rindu sama orang tuaku, aku kangen sama mereka berdua, aku pengen ketemu mereka. Aku sayang sama mereka, tapi kenapa ayah sama ibu enggak jengukin aku? Padahal semua teman-teman sudah dikunjungi orangtua mereka masing-masing,” ucap Syifa yang dikisahkan oleh Eka.

Terakhir, harapan kami dengan adanya acara dan hadiah ini mereka lebih semangat melahirkan karya-karya lainnya.

Tetaplah berkarya adik-adik. Semoga engkau tetap istiqomah di jalan Allah, dimudahkan olehNya dalam mencapai cita-cita serta memberi manfaat kepada banyak orang. Aamiin.

Penulis Anis Purwa Ningrum dan Sandi Iswahyudi

1 KOMENTAR

  1. ini adalah karya pertama kalinya di dunia, saya bilang seperti ini karena tidak ada yang sama, dan kita bersyukur bahwa dapat memberikan wadah adik-adik panti bisa menciptkan karya sedemikian rupa itu yang pastinya membuat mereka bangga & bahagia, Aamiin.

    Semoga senantiasa berkelanjutan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here