Foto bersama dengan LKSA Aisyiyah, Dau

Senin di panti sempat beredar berita yang menggemparkan, “Pengumuman Minggu kita jalan-jalan,” teriak salah seorang santri.

“Kemana?” Sahut salah seorang santri yang lain. “Ke peternakan Etawa Agus Farm,” jawab santri yang berteriak tadi. “Ye… ye… ye….,” semua santri gembira dan suasana menjadi ramai.

Hari yang kami nanti tiba.

Ahad (8 /10) kami pergi ke tempat peternakan kambing, agak jauh sih tempatnya, yaitu di Bumiaji. Tempatnya dingin, hawanya sejuk, kerasa kalo didaerah desa banget 😊. Bikin kangen rumah nih.

Saat baru sampai di sana kami berfoto di taman bunga mawar, lokasinya di samping peternakan.

Di sini kami banyak belajar mengenai peternakan kambing.

Mulai dari cara perawatan kandang ternak sampai perawatan ternaknya sendiri. Kami juga belajar cara memberi susu kepada anak kambing menggunakan dot, yang ternyata tidak semudah yang kami bayangkan.

Para anak kambing terus berebut susu yang kami bawa, sampai-sampai ada yang loncat dan lari ke sana kemari.

Kunjungan ke peternak kambing, Kota Batu

Setelah belajar memberi susu pada anak kambing, kami belajar cara memerah susu dengan benar, walaupun geli kami sangat antusias.

Di peternakan ini, ada tiga jenis kambing, yaitu Kambing Etawa, Sanen, dan Savera.

Dari ketiga kambing di atas, yang paling mahal adalah Kambing Sanen yang berasal dari Swiss dengan harga ± 5 juta. Dilihat dari fisiknya, Kambing Sanen fisiknya lebih indah daripada kambing biasa. Harga susunya juga mahal, yakni Rp 30.000,-/liter.

“Yang paling bagus menurut saya kambing yang berasal dari Swiss dengan bentuk fisik yang tidak seperti kambing-kambing lainnya. Badannya besar dengan bulu-bulu yang berwarna putih halus,” kata Annisa Miftahul Jannah.

Kunjungan ke peternak kambing, Kota Batu

Produksi susu Kambing Sanen juga tak banyak, pagi hari bisa mencapai 1,5 liter susu. Sedangkan sore hari hanya 40% dari pagi harinya.

Setelah itu, kami mencicipi susu kambing setelah diperas secara langsung tanpa dimasak terlebih dahulu.

“Aku juga mencicipi susunya, ternyata susu kambing rasanya tidak buruk seperti yang aku bayangkan. Alhamdulillah aku bisa langsung mencicipi susu kambing yang langsung dari pemerasan,” tutur Reza Putri Isnaini.

Setelah puas bertanya, akhirnya kami pun pamit untuk sholat di masjid yang terletak di Panti Asuhan Aisyiyah Batu.

Sebenarnya sih kami masih ingin di sini, karena kandang dan pemandangannya indah. Tapi apa boleh buat kami hanya mengikuti acara saja.

Kunjungan ke peternak kambing, Kota Batu

“Cekrik, cekrik, cekrik..” Bunyi kamera milik kakak-kakak GSKB mengabadikan momen tersebut dalam kamera.

Selama pulang kami menikmati perjalanan yang kami lalui dengan berbagai warna-warni dan hiruk-pikuk masyarakat yang sedang lalu-lalang melewati pinggir jalan. Suasana di dalam mobil yang ramai, lambat laun menjadi tenang dan sebagian dari kami ada yang tertidur pulas.

Pokoknya hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan, bisa bermain dengan kambing, menambah wawasan mengenai peternakan kambing. Rasanya saya ingin sekali mempunyai peternakan sendiri. Kami sangat bersyukur banget masih diajak sama kakak-kakak dari Yayasan GSKB.

Terima kasih buat Yayasan GSKB, mau mengajak kami menuntut ilmu mengenai peternakan.

Kami berharap suatu hari nanti kami diajak jalan-jalan lagi.

Mudah-mudahan Allah SWT, mempermudah dan memperlancar urusan kakak-kakak GSKB. Aamiin.

Mudah-mudahan Yayasan GSKB tambah maju, berkembang, sukses dan tetap jaya. Lebih penting, adalah bisa membawa manfaat bagi kami dan masyarakat yang lain.


Pengalaman adik-adik terlihat dari tulisan yang dikumpulkan ke kami

“Aku baru pertama kali memegang kambing dari yang besar sampai yang kecil. Melihat teman-teman memberi susu buat kambing yang kecil lucu rasana. Ternyata kambingnya baik banget. Banyak kambing di peternakan dari yang kecil imut banget kayak kelinci sampai yang besar kayak rusa. Di sana aku melihat anak kambing yang sedang minum susu di induknya (Yulia Ayu Sartika).”

“Gak nyesel deh ikutan, hahaha, yang menyenangkan inti acaranya dong. Kita pergi ke peternakan kambing (Putri Hurrahma Dani).”

“Aku senang sekali diajak oleh kaka-kakak GSKB. Terima kasih, aku jadi tahu tentang peternakan kambing (Reza Putri Isnaini).”

“Aku senang bisa ketemu sama kambing yang lucu sekali, lembut bulunya sama matanya bagus sekali (Shela Putri).”

“Aku suka bertemu kambing. Kambing-kambing itu sangat lucu dan menggemaskan (Anisa Dewi).”


Tulisan di atas gambungan dari tulisan adik-adik LKSA Aisyiyah Dau yang ikut kunjungan. Berikut nama adik-adiknya:

  1. Adetia Chori
  2. Anisa Dewi
  3. Anisa Miftahul Janah
  4. Arsya Ida M
  5. Haidarul Ni’mah
  6. Indah Kumalasari
  7. Lisna Danurida
  8. Nurisatun Nisa
  9. Putri Hurrahma Dani
  10. Reza Putri Isnaini
  11. Shela Putri
  12. Sri Sumayya
  13. Yulia Ayu Sartika

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here